Berita

Dinas Sosial Bantul Menarik Peredaran Buku “Sunah-Sunah Setelah Kematian”

Dinas Sosial Bantul Menarik Peredaran Buku Sunah-Sunah Setelah Kematian - AswajaOnline.com
Written by Muhammad Arief

Bantul, ASWAJAONLINE.COM – Nahdhatul Ulama Kabupaten Bantul mengancam akan melakukan sweeping, serta membakar buku pegangan yang dibagikan Dinas Sosial Bantul kepada Kaum Rois (Pemuka Agama Islam) beberapa waktu lalu. Buku berjudul “Sunah-Sunah Setelah Kematian” karya Zainal Abidin Bin Syamsudin terbitan Pustaka Imam Bonjol Jakarta itu dinilai telah melecehkan amalan sebagian besar masyarakat Bantul.

Katib Syuriah Pengurus Cabang NU Bantul Damanhuri mengatakan, secara umum judul buku Sunah-Sunah Setelah Kematian memang bagus, karena bisa menjadi tuntunan umat Islam. Namun beberapa bagian, terutama halaman tertentu telah menyinggung sebagian besar masyarakat karena menganggap amalan yang dilakukan itu tidak sesuai dengan syariat Islam. “Memang benar meratapi kematian itu dilarang. Dan dalam buku tersebut disebutkan peringatan tujuh hari, 40 hari, dan 100 hari termasuk meratapi kematian,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa (8/3/2016).

Padahal, tradisi tersebut bukan termasuk dalam kategori meratapi mayyit dan ada pemahaman yang berbeda terkait peringatan kematian tersebut. Warga menganggap, Dinas Sosial yang mengedarkan buku tersebut kepada Kaum Rois di Bantul tidak memahami perbedaan di masyarakat. Dia menganggap oknum Dinas Sosial telah menyalahgunaan birokrasi untuk kepentingan tertentu. Dia juga menyayangkan sikap beberapa pihak, terutama dari anggota legislatif yang justru berperang opini melalui media sosial.

Harusnya, sebagai anggota dewan mereka tinggal memanggil dinsos untuk melakukan klarifikasi kebijakan tersebut. Karena baginya, perang opini melalui media sosial bukan tindakan yang elegan. “Itu seperti anak kecil,” tandasnya. Rois Syuriah Pengurus Cabang NU Bantul Khalik Syifa juga menyayangkan langkah dinsos yang memberikan secara gratis buku tersebut kepada Kaum Rois di Bantul saat pemberian insentif kepada mereka. Dia meminta kepada pihak dinsos untuk segera menarik seluruh buku tersebut, karena jika tidak, dia mengancam akan melakukan sweeping dan membakarnya.

Menurut Khalik, seharusnya pihak Dinas Sosial memahami perbedaan terkait pandangan berdzikir untuk arwah yang meninggal pada waktu tertentu. Khalik menandaskan, dinsos agar segera menarik semua buku yang telah diserahkan kepada Kaum Rois di empat kecamatan masing-masing, Pandak, Srandakan, Kretek dan Sanden. Buku-buku tersebut lantas dimusnahkan agar dikemudian hari tidak disalahgunakan lagi. Jika tidak, banser telah siap melakukan sweeping dan membakarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepahlawanan Kesetiakawanan dan Pengembangan Kehidupan Beragama Dinsos Bantul Sudadi mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada seluruh warga Bantul terkait peredaran buku tersebut. Dia menandaskan sudah menarik buku yang dibagikan kepada Kaum Rois di empat kecamatan. “Buku itu memang program dari dinsos untuk pembinaan kepada Kaum Rois. Dananya kami ambilkan dari anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) Kaum Rois,” paparnya. Menyikapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko menyayangkan langkah dinsos yang membagi buku tak sesuai dengan kondisi keberagaman di Bantul. Harusnya, dinsos lebih memahami perbedaan faham yang berlaku di Bantul.

Pihaknya telah melakukan klarifikasi dan meminta semua buku yang sudah beredar untuk ditarik dan yang belum dibagikan agar tidak dibagikan. “Sayang kan anggaran buku senilai Rp34 juta sia-sia begitu saja,” pungkasnya.

Di bawah ini adalah beberapa Bab yang dianggap sangat menyinggung masyarakat Bantul karena merupakan amalan yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat dan sesuai dengan manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah:
– Selamatan dan tahlilan
– Khataman Al-Qur’an di Pemakaman
– Mengupah pembacaan Al-Qur’an
– Menghadiahkan surat Al-Fatihah
– Yasinan
– Talqin Mayat saat penguburan

Berikut adalah foto buku “Sunah-Sunah Setelah Kematian”:

Buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian - AswajaOnline.com

Buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian – AswajaOnline.com

 

Buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian - AswajaOnline.com

Buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian – AswajaOnline.com

 

Buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian - AswajaOnline.com

Buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian – AswajaOnline.com

About the author

Muhammad Arief

Ana al-faqiiru ilaa rohmati Robbih, santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang selalu mengharapkan ampunan dan kasih sayangNya serta syafa'at baginda Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Pecinta para ulama ahlussunnah wal jama'ah dan para habaib. Yang mau sholawatan, yuk japri ya :-)

Leave a Comment