Artikel

Hati-Hati Buku Pintar Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah Palsu Dan Menyesatkan

Buku Akidah Aswaja Yang Palsu
Written by Muhammad Arief

Jepara, ASWAJAONLINE.COM – Sepertinya kita sudah masuk ke akhir zaman. Saat manusia sudah banyak keluar dari manhaj yang benar, saat agama dijual demi mengejar dunia, dan saat fitnah sudah menjadi hal yang wajib dilakukan. Seperti yang sudah diriwayatkan dari Abu Hurairah rodliyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan”. Ilmu dan akidah pun tak luput dari hantaman fitnah.

Akhir-akhir ini, kasus pemalsuan buku semakin marak dilakukan. Seperti yang telah dilaporkan oleh MWC NU Jepara tentang sebuah buku berjudul “Buku Pintar Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani” terbitan ZAMAN.

Jika dilihat sekilas, judul buku sangat menarik dan seolah-olah menggambarkan Manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah, tidak lupa pemfitnah menempelkan nama besar ulama Aswaja yaitu Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani di tengah cover buku yang disebut sebagai serial kitab klasik. Ditambah tulisan kaki “Belajar Dasar-Dasar Iman yang Benar”. Dalam laporannya, MWC NU Jepara menyebut buku ini dicetak oleh wahabi yang notabene adalah kelompok yang sangat anti dengan dunia tasawuf dan juga para ulamanya, tak terkecuali Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani. Tentu saja hal ini sangat kontradiktif dan bertentangan dengan keyakinan yang selama ini diyakini oleh kaum wahabi. Buku ini mereka klaim sebagai terjemahan dari kitab “Al-Ghunyah”. Kebohongan-kebohongan yang dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani sengaja disisipkan oleh kaum Wahabi yang mengaku madzhab Hanbali ke dalam kitab karya beliau.

Kemudian bagian mana saja yang diubah? Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Pada halaman 22 disebutkan bahwa akidah ahlussunnah MEYAKINI bahwa setiap malam Allah turun ke langit terendah (langit bumi). Dan dijelaskan pula artinya bahwa turunnya Allah ini, “Bukan dalam pengertian turunnya rahmat Allah dan pahalaNya sebagaimana yang sudah diyakini oleh para Ulama Asy’ariyah dan Maturidiyah”. I’tiqad Ahlusssunnah Wal Jama’ah tidak mengatakan Allah turun secara jisim. Karena maksud dari hadist ini adalah pintu rahmat Allah subhanahu wata’ala terbuka seluas-luasnya pada malam hari khususnya pada sepertiga malam terakhir. Doa dan permohonan akan sangat mudah diterima pada waktu itu. Oleh karena itu hendaklah membaca doa ketika waktu itu. Sebagaimana diketahui secara umum bahwa bumi ini berbentuk bulat. Maka setiap saat, pasti ada bagian bumi yang mengalami waktu malam. Membayangkan Allah turun ke setiap zona waktu di tempat-tempat di bumi saja sudah merupakan hal yang aneh.
  2. Pada halaman 14 tertulis bahwa Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah mengatakan Allah subhanahu wata’ala memiliki kedua tangan, dan kedua tangannya adalah tangan kanan. Padahal, dalam aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini bahwa Allah tidak menyerupai sesuatupun dari makhlukNya, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupaiNya. Berbeda dengan keyakinan Ulama wahabi yang mengatakan bahwa Allah memiliki tangan, memiliki wajah, turun ke langit bumi, bahkan Allah duduk di atas Arsy. Apa yang disisipkan kaum wahabi dalam kitab terjemahan al-Ghunyah ini jelas merupakan kedustaan atas nama Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Seorang awam dari kaum muslimin yang berakidah lurus pun tidak akan berkeyakinan sesat semacam ini,
    terlebih lagi Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang merupakan pemuka kaum sufi dan salah seorang ulama terkemuka. Beliau bukan seorang yang bodoh yang tidak mengenal sifat-sifat Allah subhanahu wata’ala.

Kaum wahabi memang terkenal berfaham mujassimah (meyakini bahwa Allah mempunyai wajah, tangan, duduk, turun, dan sebagainya), seperti pendapat para ulama mereka:

  • Ad-Darimi dalam kitab Rad ad-Darimi ala Bisyr al-Marisiy hal. 44 mengatakan “Maksudnya bahwa Allah memiliki Tangan untuk menyentuh dan Allah memiliki mata untuk melihat”, dalam kitab yg sama di halaman 155 ia mengatakan “Dua Tangan ar-Rahman adalah kanan, sebagai bentuk pemuliaan kepada Allah sehingga tidak dikatakan dengan kiri”.
  • Dalam Hasyiyah Kitab yg dinamakan dengan Kitab at-Tauhid karya Ibn Khuzaimah, Muhammad Khalil Haras penulis catatan kaki kitab tersebut di halaman 64 mengatakan “TanganNya berada di atas tangan orang-orang yg berbai’at kepada RasulNya dan tidak diragukan lagi bahwa bai’at itu hanya dilakukan dengan tangan tidak dengan nikmat dan tidak dengan kekuasaan”.
  • Dalam kitab al-Aqidah karya Muhammad Ibn Shalih al-Utsaimin terbitan maktabah alsunnah cetakan pertama hal. 90 dia mengatakan “Jadi sesungguhnya kedua tangan Allah adalah dua, tanpa diragukan lagi”.

Melihat fenomena penyesatan aqidah ini, tak ayal netizen mengutuk keras strategi dakwah dengan cara seperti ini. Pemalsuan buku adalah sebuah tindakan yang sangat keji, karena di dalamnya terdapat banyak indikasi penyesatan keyakinan dan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang benar. Perlu diingat bahwa aqidah yang benar adalah meyakini bahwa Allah ada tanpa membutuhkan tempat, Allah tidak berjisim dan tidak tersusun atas susunan jisim makhluknya, dan Allah adalah tidak seperti apapun yang pernah kita bayangkan. Hilangkan berhala yang pernah kita buat sendiri di otak kita. Jika kita terbersit membayangkan seperti apa Allah itu, maka Allah tidak seperti itu. Allah maha suci dari makhluknya.

Jika dulu mereka para kaum khowarij memusuhi kitab-kitab Ulama Aswaja, sekarang mereka berlindung di belakang karya-karya besar para Ulama Aswaja. Semoga kita mendapat perlindungan dari Allah agar terhindar dari fitnah keji para kaum khowarij akhir zaman.

About the author

Muhammad Arief

Ana al-faqiiru ilaa rohmati Robbih, santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang selalu mengharapkan ampunan dan kasih sayangNya serta syafa'at baginda Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Pecinta para ulama ahlussunnah wal jama'ah dan para habaib. Yang mau sholawatan, yuk japri ya :-)

2 Comments

Leave a Comment