Aswaja

Adab Seorang Muslim Terhadap Al-Qur’an

Adab Membaca Al-Qur'an
Written by Muhammad Arief

ASWAJAONLINE.COM – Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, ia adalah kalamullah yang merupakan asas dan sumber Islam yang pertama. Al-Qur’an adalah kitab suci yang memiliki keistimewaan tersendiri, salah satu di antara keistimewaannya adalah terjaganya dari perubahan dan penyelewengan.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

﴾ إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ ﴿

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami-lah (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr : 9)

Al-Qur’an Al-Karim adalah mukjizat yang sangat besar di antara mukjizatnya adalah tidak menimbulkan perasaan bosan ketika membacanya bahkan yang terjadi adalah sebaliknya. Al-Qur’an semakin banyak di baca maka akan memotivasi kita untuk membacanya lebih banyak lagi, karena itulah Al-Qur’an Al-Karim memiliki kedudukan tersendiri di hati kaum muslimin, sehingga menjadi kewajiban bagi keum muslimin untuk menjaga, memelihara, memuliakan dan menghormatinya. Itulah yang dinamakan dengan adab terhadap Al-Qur’an.

Para ulama telah mengajarkan umatnya bagaimana cara beradab terhadap Al-Qur’an, di antara adab-adabnya adalah :
1. Ikhlas dan meluruskan niat semata-mata karena Allah Ta’aala.
2. Bersiwak sebelum membaca Al-Qur’an.
3. Menutup aurat.
4. Memakai wewangian.
5. Bersuci atau berwudhu terlebih dahulu.
6. Mengawalinya dengan membaca ta’awudz (berlindung) kepada Allah.
7. Menghadirkan hati (tawajjuh).
8. Duduk bersila atau iftirasy.
9. Menghadap kiblat.
10. Mentadabburi (merenungi) maknanya.
11. Tâtsur fiqalbi (mengesankan dalam hati).
12. Membenarkan (tasdiq) dan meyakini bahwa kalamullah adalah haq.
13. Memuliakan dan menghormatinya.
14. Tidak memotong bacaan dengan suatu perkataan, kecuali bila sangat terpaksa atau diperlukan.
15. Ketika melalui ayat yang berupa kabar gembira dan janji, maka berhenti dan memohon kepada-Nya, sebaliknya apabila melalui ayat-ayat ancaman maka kita memohon perlindungan kepada-Nya.
16. Tidak mengeraskan suara jika saat membacanya terdapat orang lain agar tidak mengganggunya.
17. Tidak membawa dan membacanya di tempat yang kotor, seperti wc.
18. Membacanya dengan tartil.
19. Membaca dengan membaguskan suara sesuai dengan aturan dan anjuran Nabi Muhammad Saw.
20. Membaca dengan tidak terlalu cepat.
21. Apabila telah selesai membaca 30 juz, maka di sambung dengan surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqarah. sampai dengan ayat ke lima, kemudian berdo’a karena saat itu adalah waktu yang sangat mustajab.
22. Membacanya di tempat yang layak (kondusif).
23. Apabila membaca tidak untuk menghafal dan mengulang hafalan, maka membaca dengan melihat mushaf adalah lebih utama, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Suyuthi rah.., “Membaca Al-Qur’an dengan menggunakan mushaf adalah lebih baik daripada membaca dengan hafalan sebab melihatnya merupakan ibadah yang dituntut.”
24. Meletakkan mushaf di tempat yang tinggi.
25. Niat mengamalkan dan menyampaikan.
26. Seusai membaca hendaknya bertaubat dan ber-istighfar karena mungkin banyak kesalahan, seperti tidak sesuai dengan makhraj dan tajwid serta adab yang telah dilanggar baik yang disadari maupun yang tidak kita sadari.
27. Kemudian yang terakhir, membuat jadwal dan target sehingga dalam waktu tertentu dapat menyelesaikan dan mengkhatamkan Al-Qur’an karena membaca dan mengkhatamkannya merupakan hak Al-Qur’an ke atas kita.

Demikianlah di antara adab-adab Al-Qur’an khususnya pada saat membacanya. Adab-adab tersebut adalah dalam rangka memuliakan dan mengagungkan Al-Qur’an. Karena di antara sebab kemuliaan umat ini adalah selagi umat masih menghormati, mengagungkan dan memuliakan AL-Qur’an serta dengan mengamalkannya. Wallahu a’lam.

#AswajaOnline #AhlussunnahWalJamaah #Adab #AlQuran

About the author

Muhammad Arief

Ana al-faqiiru ilaa rohmati Robbih, santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang selalu mengharapkan ampunan dan kasih sayangNya serta syafa'at baginda Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Pecinta para ulama ahlussunnah wal jama'ah dan para habaib. Yang mau sholawatan, yuk japri ya :-)

Leave a Comment