Berita

Puluhan Massa Yang Katanya Santri, Demo Kantor PBNU

Puluhan Massa Yang Katanya Santri, Demo Kantor PBNU
Written by Muhammad Arief

ASAWJAONLINE.COM, Jakarta – Puluhan massa melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) di jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (8/2/2017). Dalam orasinya, mereka menuntut Rais Aam PBNU KH Makruf Amin dan Sekjend PBNU Ahmad Helmy Faisal mengundurkan diri.

Alasannya, kedua pengurus harian PBNU itu terlibat politik dukungan terhadap salah satu pasangan calon cagub cawaagub DKI di Pilkada DKI besok. Mereka yang berdemo di PBNU tersebut mengaku sebagai Aliansi Santri Indonesia. Akan tetapi, tak terlihat sama sekali tampilan santri pada massa yang berdemo.

Selain terdiri dari sejumlah laki-laki remaja, terdapat juga perempuan gadis yang turut aksi. Anehnya, para perempuan tersebut tidak ada satupun yang menggunakan kerudung. Justru dengan berpenampilan seperti “cabe-cabean”, para remaja perempuan santri tersebut justru mengenakan celana dan baju berbahan kaos dengan model ketat.

Wasekjend PBNU Gus Ishfah Aboidal Aziz mengaku kesal dengan kehadiran massa yang menurutnya tidak punya sopan santun ala nahdhiyin. Seharusnya, kata dia, usaha menyampaikan aspirasi ke PBNU dapat dilakuklan sesuai dengan tradisi nahdhiyin. “Monggo silahkan datang dengan baik-baik ke NU. Ada persoalan apa?. Ada masalah apa yang ingin disampaikan kami terima dengan lapang dada dan hormati sebagaimana mestinya. Kalau datang dengan baik, kami sambut baik juga,” ujar Ishfah di kantor PBNU, jalan Kramat, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Ishfah mengaku kecewa massa yang mengatasnamakan santri tapi tidak menunjukkan penampilan selayaknya orang yang pernah di pesantren. Ia mengaku heran, massa yang mengaku santri justru tidak bisa menjawab saat ditanya asal pesantrennya saat mondok. “Tapi nggak bisa jawab. Artinya ya hanya mengaku-ngaku santri,” ungkapnya. Ishfah curiga mereka sebenarnya massa bayaran yang diarahkan pihak tertentu untuk mendemo PBNU. “Saya kira seperti itu. Saya rasa mereka bukan santri dan tidak pernah di pesantren,” tandasnya.
Sumber : http://www.muslimoderat.net

About the author

Muhammad Arief

Ana al-faqiiru ilaa rohmati Robbih, santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang selalu mengharapkan ampunan dan kasih sayangNya serta syafa'at baginda Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Pecinta para ulama ahlussunnah wal jama'ah dan para habaib. Yang mau sholawatan, yuk japri ya :-)

Leave a Comment