Aswaja Opini

Dalil Pembacaan Al-Fatihah Dalam Amaliyah ASWAJA

Dalil Pembacaan Al-Fatihah Dalam Amaliyah ASWAJA
Written by Muhammad Arief

Salah satu amaliah ibadah ASWAJA yang juga tidak luput dari dipertanyakan oleh beberapa gelintir aliran Islam adalah tentang seringnya Surat Al-Fatihah yang selalu dibaca dalam setiap acara dan kesempatan.

Melalui tulisan ini kami akan mencoba mencoba mengurai secara ringkas sandaran hujjah atau dalil tentang seringnya Surat Al-Fatihah yang selalu dibaca dalam dalam berbagai acara atau kegiatan.

DALIL PERTAMA:
Dalam riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim , Abu Said Al-Khudri yang dimintai tolong oleh sekelompok suku yang pimpinannya sakit karena tersengat hewan, Abu Said Al-Khudri mengobatinya dengan membaca Surat Al-Fatihah sebagaimana terpaparkan dalam riwayat berikut ini:
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri bahwa beberapa sahabat Rosululloh shollallahu alaihi wasallam berada dalam perjalanan lalu melewati salah satu suku Arab. Mereka bertamu namun tidak disuguhi apapun.
Penduduk Suku bertanya: “Apakah di antara kalian ada yang bias mengobati? Sebab Kepala Suku kami terkena bisa atau musibah”
Salah seorang sahabat menjawab: “Ya”. Kemudian ia mendatanginya dan mengobatinya dengan Surat Al-Fatihah.
Pemimpin suku tersebut sembuh dan memberikannya bagian dari kambing, namun ia (sahabat) menolaknya dan ia berkata: “Saya akan menyampaikannya dahulu kepada Nabi shollallahu aialihi wasallam”
Ia pun mendatangi Nabi shollallahu alaihi wasallam dan menceritakan kisah di atas kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam.
Ia berkata : “Wahai Rosululloh, demi Alloh saya hanya melakukan ruqyah dengan surat Al-Fatihah.”
Rosululloh shollallahu alaihi wasallam tersenyum dan bersabda:”Dari mana kamu tau bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah? Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: “Ambilah (kambing) dari mereka dan berilah saya bagian bersama kalian” (HR. Bukhori dan Muslim)

Imam Nawawi menganjurkan membaca Al-Fatihah di dekat orang yang sakit dengan beristimbath dengan hadits di atas.

“Dianjurkan membaca Al-Fatihah di dekat orang sakit berdasarkan sabda Rosululloh shollallahu alaihi wasallam dalam hadits shohih tentang Al-Faatih : Dari mana kamu tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?” (Kitab At-Tbyani fi Adabi Hamalat Al-Qur’an Juz I halaman 183)

DALIL KE DUA:
Imam Fakhruddin Ar-Rozi berwasiat agar dibacakan Al-Fatihah khususnya untuk salah satu putranya yang telah wafat:

Imam Fakhruddin Ar-Rozi berkata: “Saya berwasiat kepada pembaca kitab saya dan yang mempelajarinya agar secara khusus membacakan Al-Fatihah untuk anak saya dan diri saya, serta mendoakan orang-orang yang meninggal nan jauh dari teman dan keluarga dengan doa rohmat dan ampunan, dan saya sendiri akan mendoakan mereka yang telah berdoa untuk saya” (Kitab Tafsir Ar-Rozi 18/233-234).

DALIL KE TIGA :
Bahkan Ibnu Taimiyah ulama yang sering dijadikan rujukan oleh oleh beberapa gelintir sekte yang anti terhadap tahlilan, senantiasa mengulang ulang bacaan Al-Fatihah lebih banyak dari kaum Aswaja An-Nahdliyah. Hal tersebut sebagaimana yang telah disampaikan oleh muridnya sendiri yaitu Umar bin Ali Al-Bazzar sebagai berikut:

“Saya mendengar apa yang dibaca dan yang dijadikan dzikir oleh Ibnu Taimiyah. Saya melihatnya membaca Al-Fatihah, mengulang-ulanginya dan menghabiskan seluruh waktunya , yakni mulai sholat Subuh sampai naiknya matahari untuk mengulang – ulang bacaan Al-Fatihah” (Kitab Al-A’lam Al-‘Aliyah :38)

Maka kita sebagai orang Islam yang berakidah ahlussunnah wal jamaah jangan sekalipun ragu dengan selalu melazimkan bacaan al-Qur’an khususnya al-Fatihah karena manfaatnya sangat besar. Wallahu a’lam bisshowab.

About the author

Muhammad Arief

Ana al-faqiiru ilaa rohmati Robbih, santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang selalu mengharapkan ampunan dan kasih sayangNya serta syafa'at baginda Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Pecinta para ulama ahlussunnah wal jama'ah dan para habaib. Yang mau sholawatan, yuk japri ya :-)